(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik pada hari Kamis, 15 Oktober 2026, terpicu pelemahan dolar AS setelah imbal hasil obligasi AS turun.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,57% pada 1.1221, rebound dari level terendah 17 bulan di 1.1114 yang disentuh pada hari Rabu.
Penguatan mata uang Euro terdukung pelemahan dolar AS pada hari Kamis. Dolar AS tertekan penurunan imbal hasil obligasi AS, meski data inflasi AS bulan September yang dirilis sehari sebelumnya lebih tinggi dari perkiraan dan indeks harga produsen (PPI) juga di atas perkiraan. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 28 Oktober pun menurun dibandingkan sehari sebelumnya.
Selain itu, penurunan harga gas alam di Eropa sebesar -1% pada hari Kamis turut mendukung perekonomian Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Euro sempat turun dari level tertingginya pada hari Kamis setelah data produksi industri Zona Euro bulan Agustus mencatatkan penurunan terbesar dalam 7 bulan terakhir.
Produksi industri Zona Euro bulan Agustus turun -0,5% secara bulanan, lebih lemah dari ekspektasi yang memperkirakan tidak ada perubahan, dan merupakan penurunan terbesar dalam 7 bulan.
Selain itu, komentar dovish (cenderung mendukung kebijakan longgar) dari anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Martins Kazaks, turut menekan euro; ia menyatakan bahwa ECB tidak perlu terburu-buru dalam menyesuaikan suku bunga.
Anggota Dewan Gubernur ECB, Martins Kazaks, mengatakan bahwa ECB memiliki ruang untuk tidak terburu-buru dalam menyesuaikan suku bunga—meskipun kenaikan harga energi yang terus berlanjut akan menjaga pertumbuhan harga konsumen tetap tinggi—karena lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah baru-baru ini dapat mulai membebani aktivitas ekonomi.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 9% untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bps pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya, 29 Oktober.
Pagi ini Presiden Bundesbank Nagel akan memberikan keterangan pers bersama Menteri Keuangan Jerman Klingbeil.
Sore nanti akan dirilis data final inflasi dan inflasi inti zona Euro bulan September, yang diindikasikan meningkat.
Dari AS, pada pagi hari ini akan ada pidato Ketua The Fed Warsh, yang menjadi sinyal kebijakan penting terakhir sebelum masa pembatasan komentar pejabat The Fed menjelang pertemuan 28 Oktober.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika Presiden The Fed Warsh memberikan sinyal hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga pada Oktober, yang akan mengangkat dolar AS. Namun jika data final inflasi zona Euro tetap tinggi sehingga memperkuat prospek kenaikan suku bunga ECB, atau Warsh bernada lebih berhati-hati, akan mendukung Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1168-1.1114. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1258-1.1294.








