(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir melemah pada hari Kamis, 15 Oktober 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak awal September, tertekan ekspektasi pasokan melimpah dari Brasil.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 turun 3,25 poin atau 1,09% ke level $294,80 per pon, mengakhiri kenaikan dua sesi berturut-turut. Harga sempat naik ke level tertinggi sejak awal September, namun aksi ambil untung (profit-taking) menekan harga seiring meredanya kekhawatiran terhadap panen tahun depan.
Pasokan dari Brasil menjadi beban utama. Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung, naik 19,6% dari tahun sebelumnya, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung. Kementerian Perdagangan Brasil juga melaporkan bahwa ekspor kopi September melonjak lebih dari 20% secara tahunan menjadi 236.000 ton.
Kondisi cuaca di sentra produksi juga relatif kondusif. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober. Hujan di atas normal pada fase pembungaan yang krusial dapat mendukung panen musim 2026/27. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus pasar kopi global sebesar 3 juta karung pada musim 2025/26, surplus pertama dalam lima tahun, sementara USDA memperkirakan produksi kopi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung.
Di sisi lain, sejumlah faktor menjaga harga tidak turun terlalu dalam. Produksi kopi Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, pada 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung, dan ekspornya turun 12% menjadi 11,78 juta karung. Ancaman El Niño yang kuat juga masih membayangi, karena fenomena itu dapat menunda hujan di Brasil pada Oktober, periode normal pembungaan. Selain itu, stok arabika bersertifikat ICE masih tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung bergerak terbatas dengan bias koreksi seiring prospek pasokan Brasil yang besar dan surplus global. Namun, risiko El Niño, turunnya produksi Kolombia, dan tipisnya stok bursa membuat peluang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 291,55 hingga 288,30. Namun apabila muncul aksi beli merespons risiko cuaca dan pasokan Kolombia, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 298,45 hingga 302,10.








