Rekomendasi Harga Kakao 16 Oktober 2026

110

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York berakhir menguat pada hari Kamis, 15 Oktober 2026, setelah data penggilingan kuartal ketiga menunjukkan permintaan global yang lebih kuat dari perkiraan.

Kontrak berjangka kakao acuan Desember di bursa ICE New York ditutup naik 96 poin atau 1,67%, pada $5.831 per ton. Sementara itu, kontrak kakao Desember di bursa ICE London ditutup naik 45 poin atau 1,04%.

Sentimen positif datang dari data permintaan. Asosiasi Kakao Asia melaporkan penggilingan kakao Asia kuartal ketiga naik rekor 29 persen secara tahunan menjadi 233.767 metrik ton, jauh di atas ekspektasi kenaikan 15 persen.

Asosiasi Kakao Eropa juga melaporkan penggilingan Eropa kuartal ketiga naik di luar dugaan 3,2 persen menjadi 348.215 metrik ton, berbalik dari ekspektasi penurunan 3,9 persen. Sehari sebelumnya, penggilingan kakao Malaysia kuartal ketiga tercatat melonjak 47 persen secara tahunan menjadi 89.414 metrik ton.

Dukungan juga datang dari faktor cuaca. Badan cuaca AS (Climate Prediction Center) menyebut pola El Niño yang muncul di Pasifik ekuator kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun terakhir, yang biasanya membawa kondisi lebih kering ke Afrika Barat, mengurangi kelembapan tanah, dan menurunkan hasil panen. Pada hari Rabu, harga kakao New York sempat mencapai level tertinggi satu bulan.

Namun, tekanan dari sisi pasokan masih membayangi. Inventaris kakao yang dipantau ICE naik ke level tertinggi dalam 2,25 tahun terakhir, yakni 3.585.084 kantong pada hari Rabu. Data pemerintah Pantai Gading juga menunjukkan petani telah mengirimkan 2,18 juta metrik ton kakao ke pelabuhan sepanjang tahun pemasaran internasional berjalan (1 Oktober 2025 hingga 27 September 2026), naik 19,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, estimasi produksi Pantai Gading musim 2026/2027 sekitar 1,8 juta metrik ton, turun 18 persen dari sekitar 2,2 juta metrik ton pada musim sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi setelah reli pekan ini, di tengah tarik-menarik antara menguatnya permintaan serta risiko cuaca El Niño dan prospek produksi 2026/2027 yang lebih ketat, melawan tingginya stok gudang. Apabila aksi ambil untung dan sentimen tingginya inventaris mendominasi, harga kakao berpeluang terkoreksi untuk menguji area support di kisaran 5.722 hingga 5.614 dolar AS per metrik ton. Sebaliknya, apabila penguatan permintaan dan kekhawatiran cuaca Afrika Barat tetap menjadi sorotan, harga berpeluang melanjutkan penguatan menguji area resistance di kisaran 5.966 hingga 6.102 dolar AS per metrik ton.