Rekomendasi Forex Dolar AS 19 Oktober 2026 : Terbebani Penurunan Prospek Kenaikan Suku Bunga Fed

76

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS merosot ke level terendah dalam 2 minggu dan ditutup turun pada akhir pekan hari Jumat, setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, tidak memberikan panduan mengenai kebijakan moneter maupun kondisi ekonomi dalam pidatonya di pertemuan tahunan IMF di Bangkok.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,17% pada 101,83.

Absennya panduan dari Kevin Warsh menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed akhir bulan ini menjadi 13%, dari sebelumnya 27% pada hari Kamis.
Dolar AS sempat pulih dari level terburuknya setelah data harga impor AS (di luar sektor minyak) mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 5 bulan terakhir—sebuah faktor yang mendukung kebijakan hawkish The Fed—serta didorong oleh data produksi manufaktur yang tumbuh sesuai ekspektasi.

Indeks harga impor AS bulan September (di luar sektor minyak) naik +0,8% secara bulanan, melampaui ekspektasi sebesar +0,6% dan mencatatkan kenaikan terbesar dalam 5 bulan.

Produksi manufaktur AS bulan September naik +0,3% secara bulanan, tepat sesuai dengan ekspektasi.

Demikian juga, lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +3% pada hari Jumat ke level tertinggi dalam 1 bulan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang berpotensi mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter—sebuah faktor yang menguntungkan bagi dolar.

Pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 17% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar +25 basis poin (bps) pada pertemuan FOMC berikutnya, yang dijadwalkan pada 27–28 Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun terbebani penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bulan Oktober. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,57-101,32. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,08-102,34.