(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup mixed pada akhir pekan hari Jumat, terpicu lonjakan harga minyak dan imbal hasil Treasury yang kembali naik, menghadapi sentimen dolar AS melemah.
Harga perak spot ditutup turun 0,77% pada $56,98.
Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,26% pada $57,31.
Harga perak turun pada sesi akhir AS karena lonjakan harga minyak mentah dan rebound modest imbal hasil Treasury mengimbangi dukungan dari dolar AS yang lebih lemah dan permintaan safe-haven. Perak sempat naik lebih dari 0,5% pada awal sesi, namun kenaikan itu hilang saat perdagangan AS, dengan kisaran harian $56,77-$58,10.
Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi sinyal kenaikan suku bunga pada Oktober dalam pidatonya di pertemuan IMF, sehingga ekspektasi pengetatan jangka pendek berkurang meski tekanan inflasi masih tinggi. Namun pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Desember mendekati 90%. Perak turun lebih dalam dibanding emas, yang relatif stabil di sekitar $4.168.
Selama sepekan, perak anjlok sekitar 6% pada hari Rabu setelah CPI AS bulan September lebih tinggi dari perkiraan, lalu rebound pada hari Kamis ketika imbal hasil Treasury turun. Indeks dolar AS juga melemah dari level tertingginya dalam 18 bulan.
Harga minyak kembali naik pada hari Jumat. Brent diperdagangkan di sekitar $105,26 dan WTI di sekitar $97,11 per barel, dan sentimen geopolitik tetap rapuh karena situasi Selat Hormuz dan AS-Iran masih menjadi sumber ketidakpastian pasar energi. Trump juga masih mempertimbangkan keterlibatan AS dalam operasi Saudi terhadap Houthi.
Pelaku pasar kini menantikan data ekonomi AS pekan ini serta pertemuan FOMC 27-28 Oktober. Data ekonomi yang lebih lemah akan memperkuat skenario jeda pada Oktober, sedangkan inflasi yang bertahan akan mempertahankan prospek pengetatan tambahan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah, harga minyak mereda, dan ekspektasi jeda suku bunga The Fed pada Oktober terjaga. Namun jika harga minyak terus naik, ekspektasi kenaikan suku bunga Desember menguat, dan kekhawatiran permintaan industri berlanjut, harga perak dapat kembali turun.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,60-$56,21. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $57,67-$58,35.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $56,85-$56,40. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $57,95-$58,60.








