(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (19/10), terpantau melemah tajam 188,49 poin (3,64%) ke level 4.996,61 setelah dibuka turun ke level 4.961,875.
IHSG kembali tertekan setelah anjlok 678,68 poin (11,57%) ke level 5.185 pada akhir pekan lalu, bahkan BEI sempat menerapkan trading halt selama 30 menit, penurunan terbesar sejak krisis moneter 1998. Tekanan jual dipicu pengumuman MSCI yang tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging market menjadi pasar berstatus standalone.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,11% atau 19 poin ke level Rp 18.046, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.027. Rupiah bergerak melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya, di tengah kekhawatiran potensi arus keluar modal asing dan menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia pekan ini. Dari sisi eksternal, pasar mencermati pembatalan rencana Trump mengenakan tarif terhadap negara-negara pengimpor minyak Rusia.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 223,235 poin (4,31%) ke level 4.961,875. Siang ini IHSG turun 261,84 poin (5,05%) ke level 4.923,26 di akhir sesi pertama.
IHSG kemudian memangkas sebagian pelemahannya dan ditutup melemah 188,49 poin (3,64%) ke level 4.996,61. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 4.907,37 hingga 5.012,87, dengan titik terendah intraday sempat melemah 5,36% dan menyentuh level terendah sejak Oktober 2020. Tercatat saat ini 100 saham naik, 656 saham turun dan 43 saham stagnan, dengan transaksi sekitar Rp 25,06 triliun dari volume 33,93 miliar saham. Sedangkan LQ45 merosot 3,95% ke level 488,46.
Seluruh sektor ditutup di zona merah, dipimpin sektor barang baku yang turun 4,57%, disusul sektor infrastruktur turun 4,45% dan barang konsumen siklikal turun 4,09%. Saham-saham top losers LQ45 antara lain MDKA (-7%), AMMN dan MBMA. Investor asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) saham Indonesia senilai US$ 4,88 miliar atau sekitar Rp 87,84 triliun sepanjang 2026.
Untuk meredam volatilitas, bursa menurunkan batas auto rejection dari 15% menjadi 7%, berlaku mulai Senin hingga akhir tahun, sementara BEI meminta klarifikasi kepada MSCI melalui pertemuan Zoom sore ini.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berakhir negatif, dengan tekanan jual yang masih didominasi sentimen MSCI dan aksi jual investor asing, meski IHSG berhasil memangkas sebagian besar pelemahan intraday-nya dari level terendah.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan bergerak volatil dengan potensi technical rebound terbatas, seraya menanti kejelasan keputusan MSCI. Resistance saat ini berada di level 5.028 dan 5.059. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 4.944 dan bila tembus ke level 4.891.






