(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (20/10) melonjak 208,018 poin (4,16%) ke level 5.204,63 pada akhir sesi I, setelah dibuka di level 4.980,16, sedikit di bawah penutupan sehari sebelumnya.
IHSG berbalik menguat tajam setelah melemah tiga hari perdagangan berturut-turut, dengan dukungan seluruh indeks sektoral. Penguatan ini didorong langkah otoritas bursa meredam kekhawatiran pasar terkait MSCI.
Direktur Utama BEI menyampaikan bahwa saham-saham dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), yang bobotnya sekitar 18% dari IHSG, akan dikeluarkan dari perhitungan indeks.
Sementara itu, bursa kawasan Asia siang ini umumnya bergerak melemah, dengan sektor teknologi tertekan di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dan kekhawatiran inflasi global.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan hari ini menguat 0,07% atau 31 poin ke level Rp18.015, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.046. Penguatan rupiah ditopang langkah pemerintah mengeluarkan saham HSC dari IHSG serta upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas, termasuk intervensi di pasar spot, NDF, dan DNDF. Namun, eskalasi konflik Timur Tengah dan perang Rusia–Ukraina yang mendorong harga minyak mentah masih berpotensi menekan rupiah.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau dibuka di level 4.980,16, yang sekaligus menjadi titik terendah sesi I. Memasuki menjelang pukul 11.00 WIB, indeks menanjak dan bertahan menguat hingga akhir sesi dengan level tertinggi intraday di 5.210,80. Pada pukul 11.00 WIB, IHSG sempat berada di 5.166,31 (naik 3,39%).
Tercatat saat ini 633 saham naik, 124 saham turun, dan 41 saham stagnan, dengan volume perdagangan 40,79 miliar saham senilai Rp17,19 triliun. Sektor transportasi dan logistik memimpin penguatan sebesar 6,49%, disusul sektor properti 4,62%, bahan baku 4,52% dan teknologi 3,85%. Dari saham unggulan LQ45, TLKM naik 13,56%, PGEO naik 12,65% dan ADMR naik 11,52%. Saham perbankan besar seperti BMRI, BBRI, BBNI dan BBCA juga ikut bangkit. Di sisi lain, investor asing masih membukukan jual bersih Rp1,72 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,86% ke level 64.360,16 saat jeda sesi pertama, dan Topix yang melemah 0,95%. Pada pembukaan pagi, Kospi sempat anjlok 3,88% dan Hang Seng turun 0,81%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound kuat dari level terendah lebih dari 10 tahun, didukung langkah BEI menjawab sorotan MSCI, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah dipimpin sektor teknologi di antara kekhawatiran inflasi dan kenaikan imbal hasil obligasi.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih volatil dengan potensi aksi ambil untung setelah lonjakan tajam. Support terdekat berada di area 5.000 dan bila tertembus ke level 4.980. Sedangkan resistance berada di area 5.326–5.332.







