Rupiah Selasa Siang Naik Mengikuti Kenaikan IHSG

78
Uang beredar
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa siang ini (20/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau menguat dan kembali ke bawah level psikologis Rp18.000, memangkas kerugian sesi sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia dan didukung rebound tajam di pasar saham domestik.

Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,27% atau 48 poin ke level Rp17.998 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.046. Rupiah terpantau berbalik naik di hari kedua setelah sempat tertekan hingga menembus Rp18.000 pada akhir pekan lalu.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp18.015, kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.058, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.998.

Menguatnya rupiah terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sejumlah langkah merespons tekanan reklasifikasi MSCI, termasuk rencana mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG. Bobot saham HSC saat ini mencapai sekitar 18% dari IHSG, dan saham-saham tersebut tidak di-delisting serta tetap dapat diperdagangkan. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar dan menopang aliran dana ke aset domestik.

Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi pertama melonjak 208,02 poin (4,16%) ke level 5.204,63, dari posisi penutupan Senin di 4.996,61. Seluruh indeks sektoral menguat, dengan sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan 6,49%. Sebanyak 633 saham menguat, 124 melemah, dan 41 stagnan. Meski demikian, investor asing masih mencatat jual bersih sekitar Rp1,72 triliun di sesi pertama, menunjukkan tekanan arus keluar dana belum sepenuhnya mereda.

Dari sisi eksternal, risiko terhadap rupiah masih membayangi. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia – Ukraina mendorong harga minyak mentah dunia, yang berpotensi kembali menekan rupiah melalui kekhawatiran impor energi dan inflasi. Pelaku pasar juga masih mencermati arah suku bunga Bank Indonesia di tengah ekspektasi kenaikan BI Rate.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan rupiah berpeluang bertahan di sekitar Rp18.000 selama sentimen positif dari kebijakan BEI berlanjut. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.900 – Rp18.100.

Anda berbeda.