Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Level Rp18.022/USD Setelah BI Pertahankan Suku Bunga

87
dolar
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu sore ini (21/10), setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan dan tekanan geopolitik di Timur Tengah berlanjut.

Rupiah ditutup melemah 30 poin atau sekitar 0,17% ke level Rp18.022 per dolar AS, dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp17.992.

Pelemahan terjadi setelah hasil Rapat Dewan Gubernur BI 20-21 Oktober yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, sementara suku bunga deposit facility dinaikkan dan lending facility tetap 6,5%. Gubernur BI Destry Damayanti menyebut keputusan tersebut diperkuat dengan peningkatan insentif instrumen DNDF lindung nilai kepada BI untuk menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas rupiah.

Dari sisi eksternal, sentimen datang dari sebuah kapal tanker raksasa yang terbakar setelah menghantam ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz. Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan domestik dan rencana perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menjadi perhatian.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) bergerak relatif stabil. DXY tercatat di level 101,76 pada 21 Oktober, naik tipis 0,06% setelah turun 0,27% pada sesi sebelumnya. Indeks dolar sempat menyentuh level terendah sekitar tiga minggu pada Selasa, seiring memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, data perumahan AS yang lemah, dan turunnya imbal hasil Treasury.

Di pasar saham, IHSG ditutup di zona hijau. IHSG menguat 49,47 poin atau 0,94% ke level 5.328,36, dengan nilai transaksi Rp17,88 triliun, 369 saham naik, 308 saham turun, dan 116 saham stagnan. Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 3,35%, disusul sektor properti 1,77% dan infrastruktur 1,47%. Saham BBCA, BREN, dan TLKM menjadi penopang utama indeks. Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan rebound untuk menguji resistance di area 5.400 hingga 5.490.

Untuk perdagangan Selanjutnya, diperkirakan rupiah akan fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp18.020 – Rp18.070 per dolar AS. Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober, pergerakan harga minyak, serta efektivitas langkah stabilisasi BI.