Rekomendasi Forex Dolar AS 21 Oktober 2026 : Dipengaruhi Harga Minyak dan Imbal Hasil Treasury AS

126

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup datar pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, di tengah pergerakan harga minyak yang dipengaruhi berita yang terjadi di Ukraina dan Kawasan Teluk.

Indeks dolar AS ditutup nyaris tidak berubah, turun tipis 0,01% di dekat level 101,69.

Dolar AS bergerak sempit setelah turun pada sesi London dan memangkas sebagian kerugiannya pada sesi AS. Harga minyak WTI naik ke dekat $102 pada pagi hari, turun ke sekitar $98 setelah Rusia menyatakan siap melanjutkan perundingan tiga pihak dengan AS dan Ukraina, lalu rebound ke dekat $100 setelah laporan bahwa AS menyiapkan perintah evakuasi staf kedutaan di kawasan Teluk. Laporan itu sempat mengangkat imbal hasil Treasury dan dolar AS, namun pengaruhnya mereda setelah Departemen Luar Negeri AS menyatakan perintah tersebut hanya berlaku untuk Arab Saudi. Minyak WTI ditutup turun 0,4% di dekat $99,40 per barel.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ditutup di sekitar 5,13%, nyaris tidak berubah, setelah sempat turun ke dekat 5,08% pada sesi AS. Lelang obligasi AS tenor 20 tahun menghasilkan imbal hasil 5,469%, tertinggi untuk lelang tenor tersebut sejak 1986, namun obligasi tenor 10 tahun nyaris tidak bereaksi.

Saat ini The Fed berada dalam masa tenang menjelang pertemuan FOMC 27-28 Oktober, sehingga tidak ada pernyataan pejabat The Fed. Pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga pekan depan, namun peluang kenaikan pada Desember dapat menahan pelemahan dolar AS.

Malam nanti akan dirilis data Klaim Pengangguran Mingguan AS, Indeks Ekonomi Terdepan CB (Leading Index) September, dan Indeks Manufaktur The Fed Kansas City Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbebani menurunnya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober serta kuatnya mata uang yang didukung ekspektasi pengetatan bank sentral lain, seperti dolar Australia dan poundsterling. Namun jika harga minyak kembali naik akibat serangan baru di kawasan Teluk dan imbal hasil Treasury AS naik, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,60-101,52. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,80-101,92.