(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (22/10) terpantau melemah 80,38 poin (1,51%) ke level 5.247,98, setelah ditutup menguat 0,94% di level 5.328,36 pada perdagangan Rabu (21/10).
IHSG dibuka di zona merah dan berbalik terkoreksi setelah dua hari berturut-turut mencoba rebound dari tekanan jual tajam pekan lalu. Pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian rencana MSCI memindahkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, serta mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan. Di sisi lain, bursa Asia pagi ini umumnya bergerak turun, sementara Wall Street berakhir menguat semalam.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terbatas 0,07% atau 13 poin ke level Rp 18.035, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.022. Rupiah bertahan di atas level psikologis Rp 18.000, setelah BI memutuskan menahan BI Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20–21 Oktober 2026, yang dinilai pelaku pasar di luar ekspektasi. Di pasar uang global, indeks dollar AS (DXY) melemah 0,14% ke level 101,65, di tengah pasar yang menimbang kembali risiko inflasi AS akibat harga minyak serta menanti pertemuan The Fed pekan depan.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 80,38 poin (1,51%) ke level 5.247,98. Sedangkan indeks LQ45 turun 10,46 poin (1,95%) ke level 525,30. Pagi ini IHSG sempat bergerak lebih dalam di zona merah, dengan indeks IDX30 melemah 1,88% ke level 295,08 dan KOMPAS100 turun 1,99% ke level 672,63.
Tercatat saat ini 535 saham turun, sementara hanya puluhan saham yang menguat, dan sisanya stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup menguat, dipimpin Nasdaq di tengah pulihnya saham teknologi. Dow Jones berakhir naik 0,69% ke level 52.856,09, S&P 500 menguat 0,58% ke level 7.757,17, serta Nasdaq naik 1,05% ke level 26.702,86.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bias koreksi setelah rebound dua hari, mengingat sentimen MSCI belum mereda dan keputusan BI menahan suku bunga masih menekan rupiah, sementara arus modal keluar tetap menjadi risiko yang perlu dicermati.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi melemah. Support terdekat saat ini berada di level 5.150–5.200 dan 5.040, sedangkan bila terjadi technical rebound, resistance berada di level 5.350–5.400.








