(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini, 22 Oktober 2026, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditutup melemah. Rupiah tertekan aksi jual bersih investor asing dan kenaikan harga minyak dunia, meski indeks dollar AS justru turun.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,21% atau 38 poin ke level Rp18.060 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.022. Rupiah kembali bertahan di atas level psikologis Rp18.000.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah di Rp18.039, kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.047 di pagi hari, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp18.060.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar global menurun. Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang mata uang saingan utamanya, sore hari ini turun ke 101,55, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,78.
Analis mata uang menyebut tekanan terhadap rupiah berasal dari aksi jual bersih investor asing serta kenaikan harga minyak dunia di tengah kekhawatiran eskalasi geopolitik, termasuk laporan persiapan serangan militer AS dan Israel terhadap Iran. Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di luar ekspektasi pasar turut membebani rupiah. Pasar juga menanti rapat kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi terpantau menguat 59,54 poin (1,12%) ke level 5.387,90, setelah sempat menyentuh level terendah 5.185,52 sebelum berbalik menguat. IHSG naik tiga hari beruntun, ditopang sektor energi dan transportasi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar global beranjak turun namun tertahan faktor harga minyak dan arus keluar dana asing. Rupiah terhadap dollar menjelang akhir pekan ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.980 – Rp18.120.







