(Vibiznews – Economy & Business) Departemen Tenaga Kerja AS merilis jumlah klaim awal untuk tunjangan pengangguran di AS turun sebanyak 6.000 menjadi 194.000 pada minggu yang berakhir 17 Oktober.
Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 200.000 dan lebih rendah dari angka revisi minggu sebelumnya yang mencapai 200.000.
Jumlah klaim tersebut mencapai level terendah sejak pertengahan Juli, yang mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja di tengah tantangan ekonomi yang kian meningkat.
Laba perusahaan yang kuat serta permintaan domestik yang tangguh membantu melindungi pekerja dari pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara para pemberi kerja tampak enggan melakukan perubahan besar pada jumlah tenaga kerja di tengah ketidakpastian yang tinggi.
Tingginya biaya energi—yang dipicu oleh konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran—serta ketidakpastian seputar konflik tersebut, prospek suku bunga Federal Reserve, dan kebijakan perdagangan yang belum menentu (yang berpotensi meningkatkan biaya bisnis), turut membebani keputusan perekrutan.
Sementara itu, jumlah klaim lanjutan (continuing claims) naik sebanyak 25.000 menjadi 1,728 juta pada minggu yang berakhir 10 Oktober.







