(Vibiznews – Index) – Meskipun sempat pulih di akhir sesi, perdagangan saham teknologi yang beberapa sesi membebani bursa Jepang tidak mampu menghijaukan indeks utama pada hari Jumat (23/10/2026).
Indeks harian Nikkei ditutup anjlok ke posisi terendah dalam 4 bulan, dan secara mingguan masuki pelemahan cukup signifikan untuk 2 pekan berturut.
Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menyiapkan rencana untuk kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu bulan depan.
Dari laporan ekonomi, inflasi di Jepang meningkat pada bulan September, melampaui target 2% yang ditetapkan oleh Bank of Japan, sehingga memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini.
Indeks mingguan Nikkei anjlok sebesar 4% lebih karena para investor beralih dari saham teknologi dan AI yang berkinerja tinggi menuju aset yang lebih aman, seperti obligasi pemerintah.
Indeks harian Nikkei melemah 0,34% di level 62.693, untuk indeks Topix turun 0,79% ke posisi 3965,81.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 turun 0,46% pada posisi 62910.
Saham-saham besar yang menekan Nikkei seperti Taiyo Yuden (-3,9%), Disco Corp (-3,8%), Mitsubishi UFJ (-2,3%), Hitachi (-4,4%), dan Nintendo (-1,8%).








