Rekomendasi Harga Minyak 27 Oktober 2026 : Dapat Tertekan Upaya Diplomasi; Peluang Naik Terpicu Perang Arab Saudi-Houthi

173

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Senin, 26 Oktober 2026, terpicu harapan terobosan diplomatik untuk konflik di Timur Tengah menekan harga dari level tertinggi enam bulan. Namun serangan terhadap Arab Saudi dan kapal di sekitar Selat Hormuz membatasi penurunan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) ditutup turun 1,46% pada $101,76 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 0,37% pada $110,23 per barel.

Harga sempat turun lebih dalam di awal sesi. Brent sempat turun lebih dari $2 per barel karena harapan terobosan diplomatik dalam konflik Timur Tengah. Pejabat dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki terbang ke Teheran untuk menghidupkan kembali pembicaraan, dan dilaporkan sepakat melanjutkan pembicaraan keamanan dengan para pemimpin Iran.

Penurunan tertahan oleh risiko pasokan. Koalisi pimpinan Saudi menghancurkan tiga drone yang menargetkan Riyadh dan wilayah selatan, sementara Houthi mengklaim menyerang stasiun pompa Saudi dan bandara Riyadh tanpa konfirmasi Saudi. Oktober tercatat sebagai bulan terburuk untuk serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya. Satu kapal dilaporkan terbakar dekat Al-Faw, Irak, dan tumpahan minyak dari tanker yang rusak di lepas pantai UEA meluas.

Direktur IEA Fatih Birol menyatakan ia tidak memperkirakan pasar energi 2027 kembali ke kondisi sebelum perang Iran. Stok Cadangan Minyak Strategis AS turun ke 282,6 juta barel, level terendah sejak Oktober 1982.

Dari sisi makro, harga minyak menjadi faktor utama kenaikan ekspektasi inflasi, dan pasar kini memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga pada Desember. Pasar menanti keputusan The Fed pada 28 Oktober dan data persediaan minyak AS pekan ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi bergerak volatil dalam kisaran lebar di level tinggi. Harapan dialog Saudi, Pakistan, dan Turki dengan Iran dapat memicu aksi ambil untung, tetapi serangan Houthi terhadap infrastruktur Saudi dan gangguan pelayaran di Hormuz masih menopang harga. Jika Aramco mengonfirmasi kerusakan di pipa East-West atau AS menyiapkan serangan baru ke Iran, harga berpotensi kembali menguji $120.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $100,35-$98,94. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $103,15-$104,54.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $108,92-$107,61. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $111,87-$113,51.