(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini, 27 Oktober 2026, terpantau naik 23,23 poin (0,43%) ke level 5.396,33, setelah ditutup melemah 1,22% di level 5.373,09 pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026.
IHSG dibuka di zona merah dan masih tertekan aksi ambil untung (profit taking), meski sempat berbalik menguat tipis mendekati level 5.400 beberapa saat setelah pembukaan. Sentimen domestik datang dari rilis laporan keuangan emiten kuartal III 2026 dan penerapan kebijakan BEI terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), sementara pelaku pasar global menanti keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober. Bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka menguat, mengikuti Wall Street yang berakhir naik semalam.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 18.137, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.135. Rupiah masih bertahan di atas level Rp 18.000 di tengah tekanan jual pada pasar saham dan obligasi domestik, dengan indeks dollar AS (DXY) bergerak di kisaran 101,95, sementara The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4%.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 15,12 poin (0,28%) ke level 5.357,97. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,16 poin (0,10%) ke level 540,68. Tidak lama setelah pembukaan, IHSG sempat berbalik menguat 0,47% ke level 5.398,44.
Tercatat saat ini 300 saham naik, 147 saham turun dan 516 saham stagnan, dengan nilai transaksi awal Rp 743 miliar dan volume 262 juta lembar saham.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup menguat, dengan sentimen positif dari saham teknologi. Dow Jones berakhir naik 0,23% ke level 52.336,28, S&P 500 menguat 0,72% ke level 7.678,37, serta Nasdaq naik 0,78% ke level 26.157,79.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bias konsolidatif, di tengah tekanan rupiah dan penantian pasar atas rilis kinerja emiten serta keputusan The Fed, sementara tren indeks secara teknikal masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka menengah.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bergerak konsolidatif dengan peluang technical rebound terbatas. Resistance saat ini berada di level 5.435 dan 5.496. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.331 dan bila tembus ke level 5.288.








