(Vibiznews – Commodity) Harga kedelai di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir melemah pada hari Senin, 26 Oktober 2026.
Harga kedelai berjangka kontrak November 2026 ditutup turun 15¼ sen atau sekitar 1,2% pada 12,41¼ dolar AS per bushel, dari penutupan Jumat di 12,565 dolar AS. Penutupan ini berada di dekat level terendah dua bulan dan memperpanjang tekanan pekan lalu, ketika kontrak November kehilangan 30¾ sen dalam sepekan dan mencatat penutupan mingguan yang secara teknikal bearish. Di pasar turunan, kedelai meal kontrak Desember turun 5,90 dolar AS ke 340,20 dolar AS per short ton, sementara minyak kedelai kontrak Desember naik tipis 18 poin ke 67,01 sen per pon. Jagung Desember ditutup di 4,55 dolar AS dan gandum Chicago di 6,16 dolar AS per bushel.
Faktor utama yang menekan harga adalah percepatan panen dan prospek produksi rekor di Amerika Serikat. Laporan WASDE Oktober menaikkan proyeksi produksi kedelai AS musim 2026/27 sebesar 1% menjadi rekor 4,56 miliar bushel, naik 7% dari tahun sebelumnya. Cuaca kering di wilayah Midwest mempercepat kerja panen, dan USDA melaporkan 64% lahan kedelai sudah dipanen pada laporan pekan sebelumnya. Pasokan baru yang masuk ke elevator secara bersamaan mendorong pelaku usaha melakukan lindung nilai dengan menjual kontrak terdekat. Dana spekulatif juga memangkas posisi beli sehingga menambah tekanan teknikal. Data crush NOPA yang rendah di 196,3 juta bushel ikut membebani sentimen.
Di sisi lain, permintaan ekspor masih menahan ruang penurunan. USDA mengonfirmasi penjualan 114.000 ton kedelai AS ke China, sehingga total penjualan terkonfirmasi ke China mencapai 1,472 juta ton dalam empat hari terakhir. Pembelian China sejauh ini baru sekitar 15 juta ton, atau kurang lebih 60% dari komitmen tahunan 25 juta ton, sehingga masih ada potensi pembelian lanjutan. Harga kontrak November juga masih berada sekitar 61 sen di atas proyeksi harga rata-rata musim USDA di 12,00 dolar AS per bushel, selisih yang menyempit dari 92 sen pada pekan sebelumnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga kedelai berpotensi masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan panen dan berlanjutnya aksi jual spekulatif. Harga diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 12,35 hingga 12,00 dolar AS per bushel. Namun, apabila pembelian China berlanjut dan laporan ekspor mingguan USDA menunjukkan angka kuat, harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 12,60 hingga 12,95 dolar AS per bushel.








