Rekomendasi Harga Gandum 27 Oktober 2026

104
gandum

(Vibiznews – Commodity) Harga gandum di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir melemah pada hari Senin, 26 Oktober 2026.

Harga gandum kontrak Desember 2026 ditutup turun 9 sen atau sekitar 1,4% pada 6,16 dolar AS per bushel, dari penutupan Jumat di 6,25 dolar AS. Penutupan ini memperpanjang tren turun yang membawa harga ke level terendah sejak Juli. Pada pekan lalu, kontrak Desember kehilangan 35½ sen atau 5,4%, penutupan mingguan terendah dalam lebih dari tiga bulan. Penurunan ini menandai pekan kedelapan berturut-turut harga gandum melemah, rangkaian terpanjang sejak 1997, setelah harga sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2023 pada awal September, ketika kontrak Desember menyentuh sekitar 7,92 dolar AS. Di bursa lain, gandum hard red winter Kansas City kontrak Desember ditutup turun 5½ sen ke 6,59 dolar AS, sementara gandum spring Minneapolis turun 7½ sen ke 6,34 dolar AS per bushel.

Faktor utama yang menekan harga adalah memudarnya premi risiko geopolitik Laut Hitam. Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan setuju melanjutkan pembicaraan damai dengan AS dan Ukraina, sehingga pelaku pasar mengurangi harga risiko yang sebelumnya mendorong reli sepanjang 2026. Dari sisi permintaan, ekspor AS lemah. Penjualan ekspor mingguan hanya 8,8 juta bushel, terendah dalam enam pekan, sementara penjualan kumulatif musim 2026/27 sebesar 392 juta bushel masih tertinggal 32,5% dari tahun lalu, laju paling lambat setidaknya dalam 14 tahun terakhir. Pembeli global belum beralih ke AS untuk menutup pasokan Laut Hitam yang terganggu. Dari sisi posisi pasar, dana spekulatif menambah 18.096 kontrak posisi jual bersih di gandum CBOT menjadi 51.134 kontrak per 20 Oktober, sementara di Kansas City posisi beli bersih dana spekulatif turun 10.996 kontrak menjadi 6.395 kontrak.

Di sisi lain, sejumlah faktor pasokan masih menahan ruang penurunan. Penanaman gandum musim dingin AS baru mencapai 63% dibandingkan rata-rata lima tahun 69%, laju paling lambat dalam catatan untuk periode ini, dan sekitar 49% area gandum musim dingin berada dalam kondisi kekeringan. Di Rusia, wilayah gandum musim dingin mengalami Oktober terkering sejak 2021, dan kementerian pertanian memangkas rencana tanam menjadi 19 juta hektare dari 20 juta. Namun, prospek hujan akibat El Nino di wilayah gandum hard red winter AS serta prospek panen yang baik di belahan bumi selatan membatasi peluang reli.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gandum berpotensi masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah, seiring lemahnya ekspor AS, posisi jual bersih dana spekulatif, dan berlanjutnya sentimen damai di Laut Hitam. Harga diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 6,10 hingga 5,90 dolar AS per bushel. Namun, apabila pembicaraan damai terhambat, serangan terhadap kapal dan infrastruktur Laut Hitam kembali terjadi, atau kekeringan memperlambat penanaman, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 6,25 hingga 6,40 dolar AS per bushel.