(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup naik tipis pada hari Kamis, 5 November 2026, di tengah anjloknya Wall Street dan data klaim pengangguran AS yang sangat kuat.
Indeks dolar AS ditutup naik sekitar 0,03% pada 101,59.
Dolar AS menguat tipis karena permintaan aset aman saat Wall Street jatuh. Indeks S&P 500 anjlok 4,4% ke 7.355, terburuk sejak “Liberation Day” tarif tahun 2025, indeks Dow Jones turun 3,4% ke 51.523, dan Nasdaq turun 5,5% ke 24.315, memasuki wilayah koreksi. Aksi jual dipimpin saham AI dan chip, dengan Nvidia turun 9,3%, karena investor menilai dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu terhadap regulasi AI dan pembangunan pusat data. Indeks VIX melonjak sekitar 70%, tertinggi dalam tujuh bulan.
Klaim pengangguran mingguan AS turun ke 189.000, jauh di bawah perkiraan 196.000-197.000 dan 195.000 pada pekan sebelumnya, setara level terendah dalam 57 tahun. Klaim berkelanjutan naik ke 1,718 juta, di atas perkiraan 1,710 juta. Produktivitas AS Kuartal III naik kuat dan biaya tenaga kerja per unit turun, sehingga mengurangi kekhawatiran inflasi dari upah. Laporan Challenger menunjukkan rencana PHK Oktober sebesar 43.994, turun 71% dari tahun sebelumnya.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap sekitar 80% setelah data klaim. Penguatan dolar AS tertahan oleh imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang turun ke 4,84% dari 4,90%, terendah dalam dua bulan, karena investor beralih ke obligasi.
Harga minyak Brent naik 3,8% dan WTI naik 2,7% setelah anjlok sehari sebelumnya.
Malam nanti akan dirilis data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) Oktober, dengan perkiraan kenaikan sekitar 65.000 dan tingkat pengangguran bertahan di 4,2%. Data tersebut akan menentukan apakah peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap tinggi.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak terbatas dengan kecenderungan naik didukung permintaan aset aman dan ketatnya pasar tenaga kerja AS. Jika Nonfarm Payrolls Oktober terealisir di atas perkiraan dan pertumbuhan upah naik, akan menguatkan dolar AS karena peluang kenaikan suku bunga Desember meningkat. Namun jika data tenaga kerja lemah dan imbal hasil Treasury kembali turun, dolar AS dapat terkoreksi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 101,80-102,00. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,29-100,98.








