Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong pada pekan lalu mencatatkan pelemahan mingguan yang besar dibandingkan indeks-indeks utama kawasan Asia lainnya. Indeks Shanghai mencatatkan penurunan mingguan -2,3%, sebagian besar tertekan pelemahan dollar Hong Kong.
Pada pekan lalu dollar Hong Kong anjlok akibat kekuatiran perlambatan ekonomi global dengan adanya kekuatiran Tiongkok dan anjloknya harga minyak mentah ke level di bawah $ 30 per barel, bahkan menyentuh level di bawah $ 28 per barel, sehingga menimbulkan arus dana keluar pasar Hong Kong.
Bahkan pada Rabu lalu, dollar Hong Kong mencatatkan pelemahan ke rekor terendah selama lebh dari 8 tahun. Di pasar mata uang, kurs spot dolar Hong Kong turun menjadi 7,8241, terlemah sejak Agustus 2007 ketika krisis subprime AS terjadi. Kontrak forward 12 bulan dolar Hong Kong berada di 7.89, terlemah sejak tahun 1999, menunjukkan beberapa spekulan mata uang. Di bawah sistem mata uang terkait, berlaku sejak tahun 1983, dolar Hong Kong tetap pada 7,8 terhadap dolar AS. Di bawah mandatnya, HKMA akan campur tangan ketika mata uang perdagangan di atas 7,75 batas atau lemah berakhir pada 7.85.
Penekan berikutnya bursa Hong Kong adalah pelemahan harga minyak mentah. Selama perdagangan Asia, West Texas Intermediate (WTI) futures turun 3,37 persen pada $ 27,50 per barel,menyentuh level di bawah $ 28 untuk pertama kalinya sejak tahun 2003. Sedangkan harga minyak berjangka Brent turun 2,12 persen pada $ 28,14 per barel setelah melihat keuntungan marjinal selama sesi AS untuk menutup di $ 28,88.
Akibat anjloknya dollar Hong Kong, bursa Hong Kong tergerus sekitar 1300 poin lebih atau lebih dari 7%. Pelemahan tajam ini tidak dapat terbantu, sekalipun akhirnya di akhir pekan kemarin, bursa Hong Kong mencatatkan hasil positif yang signifikan, dimana akumulasi kenaikan sebesar 900 poin lebih atau sekitar 5%. Sehingga jika diakumulasikan sepanjang minggu ini, indeks Hang Seng merosot lebih dari 2%.
Penguatan indeks Hang Seng akhir pekan terdorong rallynya bursa global dan kenaikan harga minyak mentah. Juga harapan stimulus ECB dan BOJ mengangkat dollar Hong Kong naik, sehingga membantu penguatan indeks Hang Seng.
Bagaimana pergerakan Indeks Hang Seng untuk minggu depan?
Tidak banyak data indikator ekonomi Hong Kong yang akan dirilis pekan depan ini.
Balance of Trade Desember diperkirakan akan semakin negatif. Diperkirakan akan berada pada posisi H$-34.9 miliar, turun dari hasil sebelumnya pada H$-33.1 miliar.
Exports (YoY) Desember diperkirakan akan berada pada posisi -2%, naik dari hasil sebelumnya pada -3.5%.
Imports (YoY) Desember diperkirakan akan berada pada posisi -6.7%, naik dari hasil sebelumnya pada -8.1%.
Dalam perkembangan ekonomi, KC Chan, Sekretaris Hong Kong untuk jasa keuangan dan perbendaharaan menyatakan Hong Kong diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan yang lebih lambat tahun ini dibandingkan tahun 2015 karena ekonomi kota dibatasi oleh kesulitan dalam sektor ekspor dan belanja yang lebih dari kunjungan wisatawan.
Analyst Vibiz Research memperkirakan indeks Hang Seng masih berpotensi melemah terbatas mengingat belum adanya data fundamental yang kuat dan stimulus yang kuat yang dapat menguatkan ekonomi Hong Kong. Potensi pelemahan dollar Hong Kong, kekuatiran ekonomi Tiongkok dan pelemahan harga minyak mentah menjadi sentimen negatif yang dapat melemahkan bursa Hong Kong. Indeks Hang Seng pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 18.020-17.093 dan kisaran Resistance 20.088-21.015.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang