Indeks Harga Saham Gabungan pada pembukaan perdagangan awal pekan Senin (29/02) dibuka positif, naik 6,4 poin atau 0,14% pada 4739,55. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah.
Pagi ini terpantau Rupiah menguat terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDIDR melemah -0,30% pada 13,390. Penguatan Rupiah mengangkat IHSG pagi ini.
Lihat : IHSG 26 Februari Berakhir Naik Signifikan Terdorong Aksi Beli Investor Asing
Bursa Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (27/02), dengan sebagian besar penurunan karena pelemahan minyak mentah dan data inflasi meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga di tahun mendatang. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,34 persen, di 16,639.97, dengan saham Coca-Cola penurun terbesar. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,19 persen, pada 1,948.05, dengan penurunan tertinggi sektor utilitas yang memimpin enam sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,18 persen, ke 4,590.47.
Bursa Asia pagi ini dibuka positif. Terpantau indeks Nikkei naik 1,22% pada 16385.54, terpicu positifnya data Industrial Production. Indeks ASX 200 naik 0,48 %, pada 4903.60 dengan sebagian besar sektor di zona hijau. Indeks Kospi naik 0,21 persen, pada 1924.23 terdorong kenaikan harga minyak mentah.
Pada awal perdagangan saham Indonesia pagi ini, 7 sektor saham berada di zona hijau, dengan penguatan tertinggi sektor Aneka Industri yang naik 1,26%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat dengan penguatan Rupiah dan optimisme ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4724-4702, dan kisaran Resistance 4775-4799.
Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



