PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang memiliki market cap sebesar Rp260 triliun lebih di bursa saham sejak pertama kali IPO dan juga memiliki aset sebesar Rp878 triliun per akhir tahun 2015 optimis menargetkan peningkatan kinerja pada tahun 2016. Hal ini menjadi salah satu alasan bagi pelaku pasar saham untuk terus mengkoleksi saham perbankan BUMN meskipun kebijakan moneter baru dari BI menjadi beban bagi kinerja bank.
Setelah anjlok cukup parah pasca pembatasan margin perbankan oleh pemerintah, terpantau saham BBRI terus berusaha menanjak kembali memangkas tekanan jual asing saat itu. Dan mengawali pekan ini saham BBRI berusaha rally namun terganjal pada perdagangan hari terakhir sebelum libur perdagangan kemarin.
Untuk kinerja tahun 2016, BBRI yang berhasil mendapatkan laba bersih sepanjang tahun 2015 sebesar Rp 25,2 triliun atau naik sekitar 4 persen dari tahun 2014 menargetkan pertumbuhan laba bersih cuma sekitar 3-5 persen sedangkan untuk aset hanya naik 2 persen lebih atau sekitar Rp900 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (8/03) saham BBRI ditutup turun 0.7% pada level 11325 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 11400. Saat itu saham bergerak dalam kisaran 11500-11150 dengan volume perdagangan saham mencapai 27,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, saham BBRI bergerak dengan indikator MA masih bergerak turun dan Stochastic menunjukkan pergerakan konsolidasi di area tengah. Indikator Average Directional menunjukkan garis garis ADX bergerak naik dan +DI bergerak turun menggambarkan bahwa tren saham BBRI masih negatif. Dengan kondisi teknikalnya, rekomendasi trading hari ini berada di target support pada level 11110 hingga resistence di level 11180.
Lens Hu/VMN/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



