Sepanjang bulan April 2016 lalu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar Rp2 triliun sehingga pada akhir bulan tersebut kontrak baru yang sudah dicapai Rp7,9 triliun, sebelumnya hingga akhir Maret 2016 kontrak baru hanya Rp5,9 triliun. Dari target kontrak baru sepanjang tahun sebesar Rp52,2 triliun, realisasinya baru 15 persen.
Dari kontrak baru yang diterima pada bulan April, proyek didapat selain dari pemerintah juga dari swasta. Proyek paling besar didapat dari pembangunan pabrik minyak Goreng di Sumatera Utara senilai Rp 501 miliar, proyek jaringan gas Prabumulih senilai Rp 296 miliar dan proyek strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai Rp207,33 miliar. Sisanya didapat dari proyek jalan tol di Manad0, Bone dan Solo.
Untuk pergerakan sahamnya pada perdagangan bursa saham hari Selasa (17/05) saham WIKA dibuka menguat pada posisi 2390 dan perdagangan saham sebelumnya berakhir di posisi 2380. Saham bergerak pada kisaran 2420-2310 dengan volume perdagangan saham mencapai 122 ribu lot saham. Hingga sore ini saham mendapat tekanan jual cukup besar dari asing senilai Rp16,8 miliar.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA perdagangan sebelumnya bergerak bullish dengan indikator MA masih bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak turun di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik, dan +DI bergerak datar menunjukan pergerakan WIKA rawan koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasai trading berikutnya pada target level resistance di level 2470 dan target support di level 2300.



