Di tengah minimnya momentum penggerak kuat kurs poundsterling awal pekan (12/12), pair GBPUSD berhasil menguat oleh perdagangan pound terhadap rival utama lainnya. Mengingat cerita pekan lalu terhadap poundsterling yang kurang mengesankan oleh sikap pemerintah terhadap Brexit dan fokus pasar terhadap pertemuan FOMC esok hari, laju pair sore ini hanya sementara.
Poundsterling berhasil menguat mendapat tenaga dari perdagangan terhadap rival lainnya seperti euro dalam pair EURGBP dan yen Jepang dalam pair GBPJPY.
FOMC atau pertemuan komite kebijakan Bank Sentral Amerika selama 2 hari yang dimulai esok hari diharapkan umumkan kebijakan moneter yang ketat alias menaikkan suku bunganya setelah dijanjikan tahun 2016 akan naikkan sebanyak 3 kali dan belum terealisasi. Pertemuan Fed akhir tahun ini menjadi penggerak kuat dollar AS yang telah berhasil melompat tinggi pasca pilpres AS bulan lalu. Selain Fed, BOE juga akan umumkan kebijakan moneternya yang diharapkan tidak mengubahnya.
Pergerakan kurs pound di sesi Eropa (11:20:35 GMT) masih kuat terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada posisi 1.2570 di awal perdagangan sesi Asia (00.00 GMT), kini kurs pound bergerak di posisi 1.2592. Analyst Vibiz Research Center melihat pair GBPUSD dapat naik terus menuju kisaran 1.2616-1.2660. Dan jika tidak tembus kisaran tersebut maka berpotensi turun ke 1.2558– 1.2492.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center Editor : Asido Situmorang



