(Vibiznews – Stocks) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 4,32 poin atau 0,07% di awal pekan ini, hari Senin (11/12), dibuka pada 6.030,96 dan diakhiri di posisi 6.026,63.
Sejalan dengan penurunan tipis ini, lima sektor masing-masing menguat dan melemah. Sektor pertambangan menjadi pemberat indeks paling besar, dengan penurunan 1,89%. Sektor industri dasar pun turun tebal 0,91%.
Sementara untuk indeks saham-saham unggulan atau lebih dikenal dengan indeks LQ45 ditutup naik tipis sebesar 1,16 poin atau 1,11 persen ke level 1.018,98 dari pembukaannya di 1.017,82.
Ringkasan perdagangan yang dikeluarkan oleh BEI dalam situs resminya menunjukkan volume perdagangan sebesar 9,47 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp. 5,87 triliun.
Hari ini Obligasi II Bank Maluku Malut Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan nilai nominal Rp.500.000.000.
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 adalah 97 Emisi dari 62 Perusahaan Tercatat senilai Rp150,61 Triliun.
Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 352 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp389,25 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 114 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 92 seri dengan nilai nominal Rp2.104,77 Triliun dan USD200 juta serta 10 EBA senilai Rp8,50 Triliun.
Dalam perdagangan hari ini, BEI mengeluarkan pengumuman UMA untuk saham milik PT Indofarma (Persero) Tbk dengan kode saham INAF karena terjadi peningkatan harga dan aktifitas saham yang diluar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center Editor : Asido Situmorang



