(Vibiznews – Commodity) – Harga gula di pasar komoditas New York ICE turun di akhir sesi perdagangan hari Selasa (30/10) yang ditutup pada Rabu (31/10) ke posisi harga terendah dalam 2 minggu sekalipun secara fundamental mata uang Brasil alami kenaikan terhadap dollar AS.
Perdagangan sebelumnya harga gula jatuh tajam karena aksi ambil untung setelah sempat naik oleh kenaikan mata uang Brasil. Mata uang produsen utama gula ini sempat naik ke level tertinggi 5-1 / 2 bulan yang kemudian turun kembali. Namun secara fundamental pasar masih memperhatikan kondisi produk gula di negeri tersebut, di mana output pusat-selatan di musim 2018/19 siap untuk tenggelam ke titik terendah dalam 12 tahun karena tanaman tebu yang lebih kecil dan produksi etanol yang lebih tinggi, namun lonjakan produksi gula di tempat lain, termasuk India memberikan kepastian persediaan yang cukup di pasar dunia.
Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York pada hari Rabu (30/10) pagi ditutup turun 0,14 sen atau 1 persen pada 13,36 sen per lb. Demikian juga dengan harga gula putih Desember ditutup naik $4,30 atau 1,2 persen pada $ 360,4 per ton. Turunnya harga gula sudah terjadi dimulai perdagangan pekan lalu.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga gula alami kenaikan olehj sentimen bargain hunting dan juga perhatian pasar pada produksi Brasil.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



