(Vibiznews – Commodity) – Harga gula di pasar komoditas internasional memperpanjang kerugian ke level terendah tiga minggu pada hari Rabu (31/10) yang ditutup pada Kamis (01/11) karena sinyal grafik yang memburuk dan kekhawatiran tentang ekspor India.
Fokus perdagangan bergeser kembali ke kekhawatiran bahwa India hanya mampu mengekspor hingga 5 juta ton gula ke pasar dunia. Meskipun masih belum jelas apakah hambatan logistik dapat mengekang ekspor India, para pelaku pasar mencatat pabrik kemungkinan akan mengekspor lebih cepat daripada upaya untuk subsidi yang ditawarkan.
Tekanan jual pada gula akan terus berlanjut karena pasokan gula akan terus membanjiri permintaan dan kekuatan mata uang Brasil akan menjadi sentimen kuat untuk bullish masih jauh dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.
Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York pada hari Kamis (01/11) pagi ditutup turun 0,17 sen atau 1,28 persen pada 13,15 sen per lb. Demikian juga dengan harga gula putih Desember ditutup naik $3,10 atau 0,9 persen pada $355,7 per ton setelah sebelumnya sempat jatuh ke $351,80, terlemah sejak 10 Oktober.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga gula alami kenaikan oleh sentimen bargain hunting dan juga perhatian pasar pada dinamika mata uang Brasil.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



