(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi arabika di pasar komoditas internasional di akhir sesi perdagangan hari Selasa (13/11) yang ditutup pada Rabu pagi (14/11) semakin murah hingga turun ke posisi terendah dalam lebih dari 1 bulan perdagangan. Namun untuk kopi robusta yang diperdagangkan di bursa London justru alami kenaikan.
Anjloknya harga kopi dipicu oleh anjloknya mata uang Brasil sebagai produsen besar ke posisi terendah dalam 1 bulan sehingga mendorong produsen menjual banyak kopinya. Selain itu kopi juga memiliki fundamental bearish yaitu laporan USDA yang meningkatkan taksirannya untuk ukuran tanaman Brasil dikarenakan cuaca di Brasil sangat sempurna sehingga panen tahun 2019/20 akan menjadi awal yang sangat baik. Sehingga akan terjadi kelebihan pasokan daripada permintaan dan akhirnya membebani harga.
Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York ditutup turun 1,25 sen atau 1,10 persen pada $ 112.75 per lb setelah sempat jatuh ke $ 111.20 yang merupakan posisi terendah sejak 5 Oktober. Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari naik $ 2 atau 0,1 persen pada $ 1,656 per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika bisa turun kembali oleh proyeksi penguatan dolar namun secara teknikal berpotensi rebound.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



