(Vibiznews – Commodity) – Kondisi perdagangan cocoa dunia yang dijual di pasar komoditas internasional Rabu (19/12) yang berakhir Kamis pagi (20/12) rally dan naik ke posisi tertinggi 1-1/4 bulan karena kekhawatiran cuaca di Afrika Barat dan persediaan kakao saat ini yang menurun memicu pembelian dana di futures kakao.
Kekhawatiran pengetatan pasokan setelah Radiant Solutions memperkirakan curah hujan yang lebih rendah dari normal minggu ini di Afrika Barat hanya karena angin Harmattan musiman bertambah, yang dapat memotong pohon kakao dan memotong hasil panen. Selain itu, persediaan kakao yang dipantau ICE terus menurun selama 7 bulan terakhir dan jatuh ke terendah baru 1-3/4 tahun dari 3,337 juta kantong.
Namun kenaikan harga kakao mungkin terbatas pada tanda-tanda produksi kakao global yang kuat menurut laporan pemerintah Pantai Gading dimana petani mengirim 820,913 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober – 16 Des, naik 23,4% dari waktu yang sama terakhir tahun. Selain itu juga Dewan Kakao Ghana melaporkan pembelian dari petani kakao Ghana, produsen cokelat terbesar kedua di dunia mencapai 322.945 MT selama delapan minggu pertama panen dari 5 Oktober – 29 November, naik 41,7% y/y .
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York naik 46 atau 2,02 persen pada posisi $2.317 per ton. Untuk harga kakao di bursa London naik $24 atau 1,42 persen pada posisi 1,709 pound per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan turun kembali oleh sentimen pasokan cocoa di Pantai Gading.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



