(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan Rabu (19/12) yang berakhir Kamis pagi (20/12) bangkit dari posisi termurah 2-1/2 bulan dan bergerak cukup signfikan . Demikian juga penjualan gula putih di London terangkat dari posisi termurah dalam 3 minggu.
Kenaikan harga gula dipicu oleh rally harga minyak mentah bersama dengan penurunan indeks dolar ke terendah 1 minggu. Harga minyak naik dari posisi terendah 1-1/4 tahun. Perdagangan sebelumnya harga gula cukup pahit oleh turunnya harga etanol pasca amruknya harga minyak mentah.
Namun kenaikan harga gula masih dibayangi oleh laporan peningkatan output dari India, produsen terbesar kedua di dunia dimana ndian Sugar Mills Association melaporkan bahwa produksi gula India selama 1 Oktober – 15 Desember mencapai 7.05 MMT, naik dari 6.90 MMT setahun sebelumnya.
Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York ditutup naik 0.17 atau 1.38% pada harga $ 12,47 per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Demikian juga dengan harga gula putih kontrak Maret di bursa London ditutup naik 5 atau 1.49% pada harga $341.00.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara fundamental harga gula masih berpotensi turun kembali oleh proyeksi penurunan harga minyak mentah namun secara teknikal berpotensi naik oleh lanjutan bargain hunting pasar.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang
![sugar[1]](https://vibiznews.com/wp-content/uploads/2013/10/sugar1-1-696x522.jpg)


