(Vibiznews-Commodity) – Harga emas perdagangan hari Rabu (24/04) kembali bergerak bearish kembali setelah perdagangan sebelumnya sempat turun ke posisi terendah tahun 2019, tertekan oleh penguatan dolar AS dan juga bursa saham global pasca laporan keuangan twitter melebihi perkiraan.
Selanjutnya peristiwa-peristiwa berisiko seperti Brexit, kesepakatan perdagangan AS-Cina dan kondisi geopolitik di sekitar Korea Utara, Suriah, dan Libya kemungkinan akan mengangkat harga emas. Selain itu imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun sedang dalam trend negatif.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center, harga emas yang dibuka pada awal sesi di 1272.00 kini berada pada posisi 1269.38 tertekan turun menuju S1 dan jika tembus dapat meluncur terus ke S2. Namun jika bergerak positif kembali akan naik menuju posisi pembukaan dan jika tembus mendaki ke R1 hingga R3.
R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
1287.02 | 1281.53 | 1277.24 | 1271.52 | 1266.50 | 1250.30 | 1255.78 |
Buy Avg | 1273.65 | Sell Avg | 1268.40 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting