(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah yang diperdagangkan pada sesi Asia hari Rabu (08/05) bergerak rally setelah perdagangan sebelumnya retreat dari keuntungan 2 hari berturut. Harga bergerak bullish oleh karena pasar tetap relatif ketat di tengah sanksi AS terhadap eksportir minyak mentah Iran dan Venezuela.
Harga minyak mentah berjangka Brent atau harga acuan minyak internasional berada di $70,30 per barel yang naik 31 sen atau 0,40 persen dari penutupan sesi Amerika beberapa saat lalu. Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 43 sen atau 0,70 persen berada di $61,98 per barel.
Dengan kondisi sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Iran dan Venezuela akan membuat prospek fundamental yang ketat dan mendukung harga masih terus berlangsung.
Salah satu upaya Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap ekspor minyak Iran dan pada hari Senin mengatakan akan meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Teheran menentang sanksi ini dan mencoba untuk terus menjual minyak di pasar gelap. Iran juga telah mengancam tindakan timbal balik terhadap sanksi AS, yang dapat berarti memulai kembali beberapa program nuklirnya.
Namun masih ada faktor-faktor yang membuat harga minyak tidak naik lebih lanjut. Salah satunya meningkatnya pasokan dari Amerika Serikat dan pertumbuhan permintaan minyak global masih melambat yang diperparah tensi perang dagang AS-China.
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya akan mendaki ke resisten 62.13 – 63.20. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support di 60.38 – 59.61.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



