(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah yang diperdagangkan pada sesi Asia hari Selasa (21/05) naik tipis di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dan pada tanda-tanda bahwa OPEC akan terus menahan pasokan tahun ini. Namun keuntungan dibatasi oleh kekhawatiran bahwa perang perdagangan China-AS yang berkepanjangan dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global.
Harga minyak berjangka Amerika atau West Texas Intermediate (WTI) berada di $63,43 per barel, yang menguat 21 sen atau 0,33% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent menguat 21 sen atau 0,29% berada di $72,16 per barel.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam Iran dengan kekuatan besar jika menyerang kepentingan AS di Timur Tengah. Ini terjadi setelah serangan roket di ibukota Irak, Baghdad, yang Washington curigai telah diorganisir oleh milisi yang memiliki hubungan dengan Iran. Iran mengatakan pada hari Selasa lalau bahwa mereka akan melawan tekanan AS, menolak pembicaraan lebih lanjut dalam situasi saat ini.
Ketegangan muncul di tengah pasar yang sudah ketat karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen non-OPEC lainnya telah menahan pasokan sejak awal tahun untuk menopang harga. Pertemuan telah dijadwalkan pada 25-26 Juni untuk membahas kebijakan lanjutan.
Kenaikan harga dibatasi oleh tekanan pada pasar keuangan, yang telah terseret minggu ini oleh kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dan China sedang melakukan perang perdagangan yang panjang dan mahal, yang dapat mengakibatkan perlambatan global. Singapura yang dipandang sebagai penentu arah kesehatan ekonomi global, pada hari Selasa mencatat pertumbuhan kuartalan terendah dalam hampir satu dekade 1,2 persen y/y.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak WTI diperkirakan akan melanjutkan pergerakan positifnya ke posisi resisten di 63.85 – 64.70. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support di 62.53 – 61.84.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang


