(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa ICE New York dan berakhir pada hari Jumat (31/05) pagi melemah masuki hari ke-3 berturut. Namun untuk harga kakao di bursa ICE London ditutup menguat pada level tertinggi 3-1/2 minggu.
Lonjakan harga kakao di ICE London terjadi dipicu oleh pelemahan pound Inggris mendorong ke level terendah 4-3/4 bulan karena harga kakao di London berdenominasi poundsterling dalam GBPUSD.
Karena secara fundamental harga kakao dalam tekanan yang bearish oleh laporan pemerintah Pantai Gading pada hari Senin bahwa petani kakao Pantai Gading mengirim 1.965 MMT kakao ke pelabuhan selama 1 Oktober-26 Mei, naik 17,7% dari waktu yang sama tahun lalu. Juga, data dari Dewan Kakao Ghana menunjukkan petani Ghana selama 32 minggu pertama panen (5 Oktober hingga 16 Mei) naik 3,0% y/y menjadi 743.935 MT.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Juli di ICE New York ditutup turun 10 poin atau 0,41 persen pada posisi $2428 per ton. Namun untuk harga kakao berjangka kontrak bulan Juli bursa London ditutup naik 13 poin atau 0,73% ke posisi $1796 per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kakao kakao di ICE London masih akan lanjut menguat oleh proyeksi lemahnya kurs pound terhadap dolar AS.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang