(Vibiznews-Commodity) – Diakhir perdagangan komoditas sesi Amerika Jumat (31/05) dini hari tadi, harga minyak turun tajam karena penurunan yang lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang perdagangan AS-China.
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah turun hampir 300.000 barel pekan lalu, kurang dari perkiraan penurunan 900.000 barel dan jauh di bawah penurunan 5,3 juta barel yang dilaporkan American Petroleum Institute (API) sebelumnya.
Penurunan minggu lalu mengurangi stok minyak mentah dari tertinggi sejak Juli 2017 terlihat pada minggu sebelumnya, tetapi posisi 476,5 juta barel masih sekitar 5% di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini. Jadi laporan EIA semalam kurang mengesankan pelaku pasar energy.
Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak mentah berada di $66,54 per barel yang turun $2,88 atau 3,9%, turun ke posisi terendah 13 pekan Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3,8% menjadi $56,59 per barel yang turun ke posisi terendah 12 pekan.
Sebelumnya harga minyak sudah tertekan oleh kondisi ketegangan perang perdagangan AS dengan China yang semakin memanas. Berita yang mempengaruhi sentimen tersebut yaitu Wakil Menteri Luar Negeri China Zhang Hanhui menuduh AS sebagai terorisme ekonomi dengan menaikkan tarif barang-barang China. Kemudian ada berita yang mengindikasikan bahwa China telah menunda pembelian kedelai AS.
Perang perdagangan AS-China yang meningkat merupakan risiko bagi pasar minyak, karena berdampak pada melemahnya permintaan, sedangkan dari sisi pasokan global sudah dipangkas oleh aksi OPEC dan sekutunya serta sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.
Ekspor minyak mentah Mei Iran turun hingga kurang dari setengah level April di sekitar 400.000 barel per hari (bph) setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap sumber pendapatan utama Teheran. Iran perlu mengekspor setidaknya 1,5-2,0 juta barel per hari minyak mentah untuk menyeimbangkan pembukuannya.
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI selanjutnya dapat turun menemui posisi support di 55.45 – 54.15. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan mendaki ke resisten 58.40 – 59.98.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang


