(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah di perdagangan awal sesi Asia hari Rabu (03/07) bergerak lebih kuat setelah anjlok cukup parah pada perdagangan sebelumnya oleh dukungan laporan terbaru pasokan minyak mentah API yang menambah kuat sentimen perpanjangan pemangkasan output OPEC.
Harga minyak berjangka acuan internasional atau minyak mentah Brent bergerak naik 0,4% atau $0,32 pada $62,74 per barel, setelah perdagangan sebelumnya ditutup pada posisi $62,40. Demikian untuk harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak naik $0,28 atau 0,5% menjadi $56,43 per barel di New York Mercantile Exchange setelah perdagangan sebelumnya ditutup pada posisi $56,25.
Kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 5 juta barel pekan lalu, lebih dari penurunan yang diharapkan sebesar 3 juta barel. Demikian juga persediaan bensin turun 387 ribu barel, dibawah ekspektasi penurunan 2,2 juta barel.
Perdagangan sebelumnya harga minyak anjlok parah oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi global yang memukul pertumbuhan permintaan minyak mengkhawatirkan investor setelah indikator manufaktur global kecewa dan AS membuka front perdagangan lain setelah mengancam Uni Eropa dengan tarif lebih banyak untuk mengimbangi bantuan pemerintah ke industri penerbangan.
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI berusaha mendaki ke posisi resisten 58.23 – 60.50. Namun jika bergerak rendah akan turun terus ke posisi support 55.30 – 53.79.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang


