(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Rabu pagi ini (17/07) terpantau melemah 0,25% atau 16,006 poin ke level 6.386,213 setelah dibuka turun ke level 6.395,464. IHSG terkoreksi dari awal sesi dihadang aksi profit taking, dengan bursa kawasan Asia pagi ini juga melemah di tengah kembalinya ketidakpastian negosiasi dagang AS – China.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah kembali 0,09% ke level Rp 13.948, dengan dollar AS di pasar uang Asia stabil setelah melejit sebelumnya oleh kuatnya data retail sales AS serta melemahnya euro. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.935.
Mengawali perdagangannya, IHSG turun 6 poin (0,1%) ke level 6.395. Sementara indeks LQ45 berkurang 1,7 (0,17%) ke level 1.023.. Pagi ini IHSG terpantau melemah 0,25% atau 16,006 poin ke level 6.386,213. Sementara LQ45 terlihat turun 0,38% atau 3,341 poin ke level 1022,185.
Tercatat saat ini sebanyak 108 saham naik, 191 saham turun dan 116 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street yang ditutup Selasa subuh ini berakhir melemah setelah Presiden Trump menyatakan bahwa negosiasi perang dagang masih akan berlangsung lama. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat banyak merah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,40% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,38%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking serta terpengaruh sentimen negatif bursa kawasan, sementara bursa regional Asia melemah di tengah memanjangnya ketidakpastian negosiasi dagang AS – China. Berikutnya IHSG nampaknya agak tertahan aksi jual pendek tetapi masih mungkin rebound cepat nantinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.465 dan 6.516. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.324, dan bila tembus ke level 6.269.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



