(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah rebound perdagangan sesi Asia hari Rabu (17/07) setelah 2 hari berturut alami pelemahan dan perdagangan sebelumnya anjlok lebih dari 3%. Sentimen positif pasar datang dari merespon laporan pasokan minyak mentah AS oleh laporan API.
Harga minyak mentah Brent berjangka yang juga acuan internasional naik 16 sen pada $64,51 atau 0,3%, perdagangan sebelumnya harga minyak berjangka ini anjlok 3,2% dan sempat jatuh ke level terendah sejak 5 Juli.
Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 1 persen menjadi $57,63, perdagangan sebelumnya harga minyak berjangka ini anjlok 3,3% dan sempat jatuh ke level terendah sejak 9 Juli.
American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah turun 1,4 juta barel dalam sepekan hingga 12 Juli menjadi 460 juta, lebih rendah dari ekspektasi analis untuk penurunan 2,7 juta barel. Stok bensin turun 476.000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 925.000 barel. Stok bahan bakar distilasi, yang meliputi diesel dan minyak pemanas naik 6,2 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 613.000 barel
Kekuatan harga minyak juga didapat dari pemberitaan Iran membantah pihaknya bersedia untuk bernegosiasi atas program rudal balistiknya, bertentangan dengan klaim oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, dan tampaknya melemahkan pernyataan Trump bahwa Washington telah membuat kemajuan dalam perselisihannya dengan Teheran.
Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak WTI akan mendaki ke posisi resisten 59.32 – 60.50. Namun jika bergerak kuat akan meluncur ke posisi support 56.35 – 55.30.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang


