(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia berakhir mixed pada akhir sesi hari Kamis (12/12) dikarenakan investor berhati-hati menjelang batas waktu tarif AS-China akhir pekan ini dan pemilihan Inggris terkait Brexit hari ini dengan jajak pendapat sebelumnya diprediksi kemenangan Konservatif yang sempit.
Perdagangan saham China berakhir lebih rendah untuk menghentikan kenaikan lima hari jelang keputusan tarif impor Trump. Terpantau indeks Shanghai Composite turun 0,3 persen menjadi 2.915,70 sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir sebanyak 1,31 persen pada 26.994,14.
Bursa saham Jepang berakhir dengan catatan datar sebagai batas waktu untuk putaran tambahan tarif AS pada impor China yang menjulang serta mengecewakannya data pesanan mesin Jepang. Indeks Nikkei naik 0,14 persen menjadi 23.424,81, sedangkan indeks Topix ditutup 0,12 persen lebih rendah pada 1.712,83.
Kantor Kabinet Jepang umumkan nilai total pesanan mesin inti di Jepang turun 6,0 persen secara berurutan di bulan Oktober. Data ini bertolak belakang dengan perkiraan untuk kenaikan 0,7 persen setelah penurunan 2,9 persen pada September. Pada basis tahunan, pesanan mesin inti merosot 6,1 persen .
Di bursa saham Korea Selatan perdagangan masih terus untung masuki sesi kelima berturut-turut, yang dibantu oleh pembelian besar-besaran asing setelah Federal Reserve mengisyaratkan suku bunga akan tetap ditahan hingga 2020. Indeks Kospi naik 31,73 poin, atau 1,51 persen, menjadi 2.137,35, dengan saham teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix melonjak sekitar 3 persen.
Dikawasan Pasifik, pasar saham Australia jatuh terseret oleh anjloknya sektor keuangan. Indeks acuan ASX 200 turun 43,80 poin, atau 0,65 persen, menjadi 6.708,80 . Saham Westpac Banking Corp turun 1,2 persen karena dewan direksi menghadapi pengawasan ketat atas skandal pencucian uang dan eksploitasi anak pada pertemuan umum tahunan maraton. Saham tiga bank utama lainnya turun antara 0,7 persen dan 1,3 persen.
Untuk bursa saham Selandia Baru sempat berfluktuasi sebelum berakhir sedikit lebih tinggi, dengan indeks acuan NZX 50 berakhir naik 16,02 poin atau 0,14 persen pada posisi 11.307,98. Kantor Statistik New Zealand melaporkan harga makanan Selandia Baru turun untuk bulan kedua berturut-turut di bulan November. Harga makanan turun 0,7 persen secara bulanan, menyusul penurunan 0,3 persen di Oktober.
Melihat pergerakan bursa saham Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih menunjukkan trend yang bearish dengan ditutup turun 0,66 persen ke posisi 6139,39. Indeks ini ditekan kuat oleh anjlok parahnya saham sektor infrastruktur dan property.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



