(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung turun sedikit pada hari Senin lanjut turun karena ekspor yang menurun.
Harga jagung Maret di CBOT turun 1.75 sen menjadi $3.8475 per bushel.
Penjualan ekspor mingguan jagung USDA pada hari Jumat sebesar 531,400 MT, turun 15% dari minggu lalu dan turun 43% dari rata-rata 4 minggu.
Data ekspor mingguan USDA sampai 2 Januari 550,930 MT yang sudah dikirim kenaikan 9.845 dari tahun lalu pada minggu yang sama.
Pengiriman jagung sampai saat ini naik 6.4% dari minggu lalu dan naik 2.71% pada minggu yang sama.
Progress penanaman jagung di Argentina sebesar 85%, cuaca dan progress penanaman terus diawasi untuk memperkirakan hasil produksi jagung.
Ladang jagung di Brazil dilanda kekeringan diperkirakan akan memberikan efek kepada tanaman sementara perkiraan produksi 6 juta ton sebelum di revisi.
Persediaan Brazil di 2020 sedikit karena ekspor di 2019 mencapai rekor karena permintaan meningkat dari industri daging dan peternakan tapi permintaan dari pabrik etanol sempat terhenti.
Pemerintah Brazil memperkirakan panen jagung pertama sebesar 26 juta ton di 2019/20 dan panen kedua 71 juta ton. Halangan dari hasil panen ini kekeringan terjadi perkiraan curah hujan 80 mm (3.15 inch) akan turun pada minggu depan dimulai 17 Januari
Analisa tehnikal untuk jagung support pertama di $3.85 dan berikut ke $3.80 sedangkan resistant di $3.92 dan berikut ke $3.93.
Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group
Editor : Asido



