(Vibiznews – Commodity) – Harga timah yang sempat diperdagangkan meningkat di bursa internasional, perdagangan hari Kamis (30/01/2020) yang sedang berlangsung di London Metal Exchange (LME) tergerus kembali. Demikian juga melihat perdagangan di Indonesia dan Malaysia turun cukup signifikan.
Turunnya kembali harga timah dipicu oleh bangkitnya kembali kekhawatiran pasar akan kondisi ekonomi China yang sedang terpukul wabah virus Corona. Pasar mengkhawatirkan wabah ini akan melemahkan permintaan timah dari China yang merupakan konsumen terbesar di dunia.
Pada akhir perdagangan timah di bursa Malaysia (KLTM) harga ditutup turun 500 USD/MT menjadi 15.900 USD/MT sedang di bursa berjangka Indonesia harga timah sedang turun 245 USD/MT ke posisi 16170 USD/MT. Demikian perdagangan yang sedang berlangsung di LME, harga sedang turun 0,37% atau 60 USD/MT ke posisi 16067,50 USD/MT.
Kisaran perdagangan timah di London Metal Exchange selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center diperkirakan pada posisi 15400 – 16630 USD/MT. Sedangkan untuk harga timah di bursa Malaysia (KLTM) diperkirakan berada pada kisaran 15800 – 16100 USD/MT dan untuk harga timah di Indonesia pada kisaran 15900 – 16400 USD/MT.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



