(Vibiznews – Commodity) – Harga timah yang diperdagangkan di bursa Indonesia akhir perdagangan bulan Januari hari Jumat (31/01/2020) sedang alami penurunan, namun harganya masih lebih tinggi dari harga acuan pasar internasional di London Metal Exchange (LME).
Harga timah di bursa Internasional sedang bergerak kuat setelah selama 7 hari berturut turun hingga terjun ke posisi terendah 5 bulan oleh aksi bargain hunting pasar. Demikian juga harga timah di bursa Malaysia bangkit dari tekanan harga selama 6 hari berturut.
Di tengah kekhawatiran pasar komoditas akan permintaan yang melemah dari negara China sebagai konsumen terbesar khususnya untuk logam, pasar hiraukan akan berita terakhir penambahan korban yang tewas dan terinfeksi virus Corona yang sedang mewabah.
Pada akhir perdagangan timah di bursa Malaysia (KLTM) harga ditutup naik 150 USD/MT menjadi 16.020 USD/MT, demikian perdagangan yang sedang berlangsung di LME, harga sedang naik 0,45% atau 72,50 USD/MT ke posisi 16110,00 USD/MT. Namun terjadi sebaliknya di bursa berjangka Indonesia harga timah sedang turun 45 USD/MT ke posisi 16125 USD/MT.
Kisaran perdagangan timah di London Metal Exchange selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center diperkirakan pada posisi 16235 – 16000 USD/MT. Sedangkan untuk harga timah di bursa Malaysia (KLTM) diperkirakan berada pada kisaran 15800 – 16150 USD/MT dan untuk harga timah di Indonesia pada kisaran 15800 – 16400 USD/MT.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang


