(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Tocom Jepang yang sempat bergerak kuat di pertengahan sesi, perdagangan hari Rabu (26/02/2020) ditutup turun oleh paniknya pasar global merespon meluasnya penyebaran korban virus corona di seluruh dunia. Akhir yang buruk di bursa komoditi Jepang ini diikuti oleh perdagangan di Singapura (Sicom) dan China (SHFE).
Di Tocom, harga karet berjangka sempat menanjak naik di tengah kekhawatiran akan turunnya pasokan. Secara global, pasokan diperkirakan akan menurun karena panen yang lebih kecil di Thailand, Indonesia, dan Malaysia setelah serangan hama yang parah. Tiga negara tersebut merupakan produsen utama karet alam, terhitung sekitar 70% dari output global.
Namun, kekhawatiran atas penyebaran coronavirus yang telah menularkan pada 80.000 orang di seluruh dunia dan merenggut 2.600 nyawa, kembali menggerus keuntungan sesaat tersebut. Selain itu posisi harga minyak mentah acuan dunia yang merosot ikut menekan harga karet tersebut.
Harga karet alami di Tocom untuk kontrak paling ramai yaitu untuk kontrak bulan Juli 2020 akhir perdagangan hari Rabu ditutup melemah 2 yen atau 1,08% dari akhir perdagangan sebelumnya ke posisi 184,3 yen setelah sempat naik pada posisi 184.4 yen dan turun ke posisi 179.9 yen.
Untuk harga karet berjangka yang banyak diperdagangkan di Sicom, kontrak bulan Juni 2020 alami penurunan US$1,8 atau 1,32 persen menjadi US$134,7. Demikian juga kenaikan harga terjadi di Shanghai (SHFE) yang turun sekitar 85 yuan ke posisi 11325 yuan.
Terpantau yen Jepang terhadap dolar AS alami penurunan 0,13% dalam pair USDJPY pada perdagangan sesi Eropa hari ini. Sedangkan harga minyak mentah acuan dunia atau minyak Brent turun 0,73% ke posisi US$54.64 per barel.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


