Survei Harga Properti Residensial Triwulan I: Kenaikan Harga Melambat, Penjualan Terkontraksi

1244
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Property & Banking) – Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan kenaikan harga properti residensial di pasar primer yang melambat. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2020 sebesar 1,68% (yoy), lebih rendah dibandingkan 1,77% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Perlambatan IHPR diprakirakan akan berlanjut pada triwulan II 2020 dengan tumbuh sebesar 1,56% (yoy).

“Penjualan properti residensial pada triwulan I 2020 menurun signifikan. Hasil survei harga properti residensial mengindikasikan bahwa penjualan properti residensial mengalami kontraksi yang cukup dalam sebesar -43,19% (yoy), jauh lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tumbuh terbatas sebesar 1,19% (yoy). Penurunan penjualan properti residensial tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah,” demikian penjelasan resmi Departmen Komunikasi Bank Indonesia kepada media, Rabu ini (13/5).

Sumber: BI, 13-5-2020

Hasil survei juga menunjukkan bahwa dana internal perusahaan masih memiliki porsi terbesar dalam komposisi sumber pembiayaan utama proyek perumahan. Hal tersebut tercermin dari penggunaan dana internal developer yang dominan hingga mencapai 61,63%. Sementara itu, mayoritas konsumen masih mengandalkan pembiayaan perbankan dalam membeli properti residensial. Persentase jumlah konsumen yang menggunakan fasilitas KPR dalam pembelian properti residensial adalah sebesar 74,73%.

Analis Vibiz Research Center melihat secara lebih detailnya bahwa indeks harga properti residential untuk seluruh tipe memang mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebab yang dominan dari survei tersebut adalah karena COVID-19. Faktor lainnya adalah suku bunga KPR yang masih dipandang terlalu tinggi oleh para responden, meskipun sebenarnya telah terjadi tren penurunan suku bunga rata-rata ke level 8,92% dari triwulan sebelumnya yang sebesar 9,12%. Berikutnya, dengan masih mengintainya wabah virus ini beberapa bulan ke depan, indeks harga residensial nampaknya masih akan berlanjut turun.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here