(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY awal sesi Asia Rabu (9/9/2020) kembali bergerak lebih rendah dari sesi sebelumnya oleh menguatnya yen Jepang sebagai safe haven terhadap dolar AS, meskipun posisi dolar AS sedang menguat terhadap rival utama lainnya. Pair tertekan merespon anjloknya saham bursa AS cukup signifikan serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Perdagangan saham di Wall Street kembali terkoreksi hingga jatuh ke posisi terendah 4 pekan oleh profit taking saham-saham teknologi yang bergerak sangat kuat 3 pekan sebelumnya. Yield treasury AS anjlok 2,4% yang terpangkas terus sejak lonjakan akhir pekan lalu.
Kondisi ini memperkuat pilihan investor melepaskan aset beresikonya dan memburu aset safe haven yen. Posisi yen secara fundamental sangat lemah oleh rilis data PDB kuartal ketiga Jepang yang kembali menunjukkan kontraksi, bahkan menjadi kontraksi terburuk sepanjang sejarah.
Untuk katalis penggerak selanjutnya dari sisi data ekonomi akan dirilis data prelim machine orders yang periode sebelumnya sudah kontraksi. Di sesi Asia terdapat juga rilis data inflasi China yang diperkirakan lebih rendah. Pada sesi Eropa dan Amerika tidak terdapat data yang kuat pengaruhi sentimen pasar.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan retreat, awal sesi turun menuju posisi 105.85 dan jika tembus lanjut ke posisi S1 hingga S2. Namun jika terjadi koreksi positif akan mendaki ke posisi 106.10 dan jika tembus naik ke posisi R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 106.83 | 106.60 | 106.31 | 106.08 | 105.79 | 105.56 | 105.26 |
| Buy Avg | 106.30 | Sell Avg | 105.70 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


