Harga Kopi Naik Karena Melemahnya Indeks Dolar AS

651
kopi Arabika, kopi Robusta

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada hari Rabu naik karena melemahnya indeks dolar AS ke terendah satu minggu.

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York naik $1.40 (1.28%) menjadi $110.95 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London naik 0.08%.

Pada hari Rabu harga kopi kembali naik setelah  sempat turun ke 2 ¼ bulan terendah pada hari Selasa dan harga kopi Robusta juga turun, karena curah hujan yang meningkat di daerah perkebunan Brazil sehingga pemilik dana melakukan likuidasi pada hari Selasa. Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin curah hujan sebesar 31.5 mm pada minggu terakhir atau 157% dari rata-rata. Cuaca kering selama ini merupakan faktor kenaikan harga kopi. Sementara US Climate Prediction Centre pada hari Kamis lalu mengatakan bahwa badai La Nina di Laut Pasifik akan membuat kelembaban di Brazil di bawah rata-rata pada kuartal ke 4.

Melemahnya real Brazil juga membuat harga kopi Arabika turun pada hari Selasa, real melemah ke terendah 4 bulan terhadap dolar, akibatnya harga kopi Brazil lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga dapat meningkatkan ekspor.

Harga kopi juga mengalami tekanan karena besarnya persediaan kopi, setelah Conab pada hari Selasa lalu mengatakan bahwa perkiraan produkis kopi Arabika Brazil di 2020 sebesar 47.4 juta kantong naik 38% dari tahun lalu dan naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 46 juta kantong.

Pengamatan ICE persediaan kopi Arabika pada hari Rabu turun ke terendah 20 ½ tahun menjadi 1.099 juta kantong, dan untuk persediaan kopi robusta pada 28 Agustus turun ke terendah 20 bulan 10,908 lots.

Analisa tehnikal  untuk kopi Arabika dengan support pertama di $109 dan berikut ke $105 dan resistant pertama di $115 dan berikut ke $120.

Loni T /Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting

Editor : Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here