(Vibiznews – Commodity) – Aksi profit taking masih terus berlangsung pada perdagangan karet di sebagian bursa komoditas internasional hingga memicu penurunan harga yang signifikan. Harga karet Tocom dan juga Shanghai akhir perdagangan hari Rabu (4/11/2020) anjlok ke posisi terendah 2 pekan. Penurunan harga karet Tocom hari ini merupakan yang terburuk sejak 1 Desember 2008. Hanya harga karet di Sicom yang masih menguat merespon pergerakan optimis harga minyak mentah.
Aksi profit taking sudah berlangsung selama 4 sesi berturut dan sepertinya masih ada investor besar yang mau mendapat keuntungan besar. Pekan lalu harga karet di bursa SHFE dan Tocom melompat tinggi ke posisi tertinggi 3 tahun lebih, kemudian terpangkas cukup signifikan.
Harga karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Maret 2021 akhir perdagangan sesi sore ditutup anjlok 20,00 yen atau 8,69% ke posisi 210.2 yen per kg, terburuk dalam 12 tahun. Sempat bergerak tinggi ke posisi 225,9 setelah dibuka pada posisi 224,8.
Harga karet di bursa Shanghai (SHFE), khusus untuk kontrak bulan Januari 2021 ditutup turun 420 poin atau 2,7% ke posisi 14850 yuan. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom, kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Januari 2021 ditutup menguat US$1,8 atau 1,19% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 153,0.
Fundamental karet semakin kuat setelah India melaporkan meningkatnya permintaan dari produksi ban yang memicu meningkatnya permintaan karet di pasar global. Sebagai informasi, India merupakan negara konsumen terbesar dunia kedua setelah China. Pekan lalu China juga laporkan adanya peningkatan dalam industri otomotif negeri tersebut.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center


