(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Tocom yang diperdagangkan di bursa Osaka-Jepang kembali merosot pada hari Rabu (18/11/2020), mengikuti aksi profit taking lanjutan pada bursa komoditas internasional lainnya seperti di Sicom dan juga SHFE. Profit taking terjadi setelah awal pekan mencapai posisi tertinggi 2 pekan untuk Tocom dan SHFE.
Karet Tocom turun ke posisi terendah sepekan setelah selama 2 sesi alami profit taking yang dipicu oleh posisi penguatan yen Jepang terhadap dolar AS. Posisi yen rally selama 4 hari berturut terhadap dolar AS dan kuat di posisi tertinggi 1 pekan lebih. Selain itu meningkatnya kasus baru terinfeksi virus corona di Jepang memberikan tambahan tekanan.
Harga karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Maret 2021 akhir perdagangan sesi sore ditutup anjlok 7,5 yen atau 3,26% ke posisi 222.7 yen per kg. Sempat bergerak turun ke posisi 220,9 dan dibuka pada posisi 231,0 yang sekaligus posisi tertinggi harian.
Harga karet di bursa Shanghai (SHFE), khusus untuk kontrak bulan Januari 2021 ditutup turun 420 poin atau 2,8% ke posisi 14135 yuan. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom, kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Februari 2021 ditutup turun US$1,6 atau 1,02% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 154,5.
Fundamental pasar karet internasional masih sangat solid yang kuat dari meningkatnya permintaan pada industri sarung tangan di China serta terbatasnya pasokan di negara produsen utama seperti Thailand, Vietnam dan Indonesia. Data sensus AS menunjukkan bahwa jumlah sarung tangan lateks bedah yang diimpor ke AS meningkat 57% menjadi 244 juta pasang di kuartal ketiga.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center



