(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (27/11) terpantau menguat 6,410 poin (0,11%) ke level 5.766,327 setelah dibuka menguat ke level 5.783,107. IHSG fluktuatif dihadang profit taking dari posisi sekitar 9 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bergerak terbatas di tengah data profit industri China yang menanjak.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah tipis 0,07% atau 10 poin ke level Rp 14.110, dengan dollar di pasar uang Asia bergerak terbatas setelah bias lemah di sesi sebelumnya; ditekan naiknya permintaan risk assets oleh perkembangan positif pengadaan vaksin dan harapan lebih stabilnya politik AS. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.100.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 23,190 poin (0,40%) ke level 5.783,107. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,312 poin (0,58%) ke level 926,091. Siang ini IHSG menguat 6,410 poin (0,11%) ke level 5.766,327. Sementara LQ45 terlihat naik 0,29% atau 2,659 poin ke level 918,121.
Siang ini enam dari sepuluh sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor agri yang menanjak 4,27%, diikuti sektor property yang naik 1,89%.
Tercatat sebanyak 256 saham naik, 194 saham turun dan 158 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 711,36 kali transaksi sebanyak 16,80 miliar lembar saham senilai Rp 8,167 triliun.
Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya bias menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 1,05%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,85%.
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Indomobil (IMAS) 24,47%, United Tractor (UNTR) 9,25%, Bank BRI (BBRI) 3,81%, dan Semen Baturaja (SMBR) 3,35%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif ditahan profit taking dari 9 bulan tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini bergerak terbatas di tengah data profit industri China yang menanjak. Berikutnya IHSG kemungkinan masih diintip profit taking di dalam tren yang bullish, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.863 dan 5.960. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.515, dan bila tembus ke level 5.427.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group
Editor: Asido



