IHSG Jumat Siang Melemah Terbatas ke Level 6.277; Agak Konsolidatif Paska Tekanan Kemarin

360
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (5/3) terpantau melemah terbatas 13,403 poin (0,21%) ke level 6.277,396 setelah dibuka turun ke level 6.250,845. IHSG fluktuatif di dua zona lalu turun terbatas agak konsolidatif, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah oleh naiknya yields obligasi Pemerintah AS serta tergerusnya saham sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,41% atau 58 poin ke level Rp 14.325, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melejit 2 hari di sesi global sebelumnya; terangkat oleh naiknya yields obligasi Pemerintah AS serta Chairman the Fed Powell tidak menyatakan concern atas hal itu sebagaimana diharapkan pasar. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.267.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 39,954 poin (0,64%) ke level 6.250,845. Sedangkan indeks LQ45 turun 8,576 poin (0,90%) ke level 939,892.  Siang ini IHSG melemah terbatas 13,403 poin (0,21%) ke level 6.277,396. Sementara LQ45 terlihat turun 0,55% atau 5,201 poin ke level 943,267.

Siang ini delapan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor pertambangan yang merosot 2,11%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 1,17%.

Tercatat sebanyak 180 saham naik, 289 saham turun dan 137 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 879,84 kali transaksi sebanyak 18,78 miliar lembar saham senilai Rp 11,259 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat umumnya melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,45%, dan Indeks Hang Seng yang naik 0,28%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top loosers antara lain Vale Indonesia (INCO) -6,79%, Bank Capital (BACA) -6,59%, Antam (ANTM) –3,57%, dan Merdeka Cooper (MDKA) -2,67%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif lalu beranjak turun di area konsolidasinya, sementara bursa kawasan Asia melemah mengikuti Wall Street oleh naiknya yields obligasi Pemerintah AS serta komentar Chairman the Fed Powell yang mencermati kenaikan harga yang mengiringi pembukaan kembali ekonomi. Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi sejenak, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.428 dan 6.505. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.173, dan bila tembus ke level 6.018.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here